Maret 2013

setiap kamis pukul 6

safari qolbu

kamis pagi

safari qolbu

IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ialah organisasi mahasiswa Islam di Indonesia yang memiliki hubungan struktural dengan organisasi Muhammadiyah dengan kedudukan sebagai organisasi otonom. Memiliki tujuan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
Manusia itu semuanya mati (perasaannya) kecuali para ulama yaitu:"Orang-orang yang berilmu. Dan ulama itu senantiasa dalam kebingungan kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal pun semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih" KH Ahmad Dahlan
“Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya karena Allah Azza Wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat. (HR Ahmad, Abi Daud, Ibn Majah)

INFO MASTA 2014 : PEMBEKALAN (16 AGUSTUS 2014) PUKUL 07.00 WIB
GRAND OPENING (19 AGUSTUS 2014) PUKUL 06.00
KELAS MASTA : GELOMBANG 1 (20 - 21 AGUSTUS 2014) PUKUL 07.00
                           GELOMBANG 2 (23 - 24 AGUSTUS 2014) PUKUL 07.00
SYARAT MENGIKUTI MASTA :
KETENTUAN PAKAIAN HARI PERTAMA
untuk pria : 1. atasan baju lengan panjang berwarna putih (polos/tidak
bercorak)
2. bawahan celana panjang berwarna hitam polos (bukan
jeans)
3. berdasi warna hitam
4. memakai almamater UMS
5. bertopi UMS
6. sepatu phantofel hitam, kaos kaki warna putih
untuk wanita : 1. atasan baju lengan panjang berwarna putih ( polos/ tidak
bercorak dan tidak transparan )
2. bawahan rok panjang berwarna hitam polos tidak
transparan (bukan jeans)
3. berjilbab warna putih
4. memakai almamater UMS
5. bertopi UMS
6. sepatu phantofel hitam, kaos kaki berwarna putih.
KETENTUAN PAKAIAN HARI KEDUA
untuk pria : 1. atasan baju batik lengan pendek
2. bawahan celana panjang berwarna hitam polos tidak
transparan (bukan jeans)
3. sepatu phantofel hitam, kaos kaki berwarna putih
untuk wanita : 1. atasan baju batik lengan panjang
2. bawahan rok panjang berwarna hitam polos tidak
transparan (bukan jeans)
3. berjilbab berwarna hitam
4. sepatu phantofel hitam, kaos kaki warna putih
PERALATAN YANG WAJIB DIBAWA
1. AL Qur'an
2. Alat shalat
3. Alat tulis
TUGAS WAJIB SELAMA MENGIKUTI MASTA
1. Men Download lagu Mars IMM, Mars Muhammadiyah dan
menghafalnya
2. Membuat Karya Tulis ( dalam bentuk : Cerpen, Lukisan, Puisi, Gambar ) ber tema "AKU SUDAH MAHASISWA" dan dikumpulkan pada waktu KELAS MASTA.
[...]

sebuah puisi

Ada sebuah puisi bodoh dari seorang bajingan
Ketika keritikditolak tanpa ditimbang
Hanya ada satu kata; lawan
Kalo ada orang yang memilih untuk bungkam
Maka akan ada penindasan

Kalo ada orang yang sadar iya dikendalikan
Hanya ada satu pilihan bersatu dan bebaskan
Dalam ikatan ada kemunafikan
Maka Cuma satu tindakan
Singkirkan

Benalu pada lambang merah
berusaha mematikan melati  yang telah layu
Membangunkan tentara pita hijau di lembah mandalawangi
Membuatnya marah dan tidak berdiam

Mentaripun akan tetap  menjaga  melati kesayangan
Dan membangunkannya dari tidur panjang
Membuatnya terjaga dan kembali harum berseri
Sukseskan muktamar dan bersih itu lebih baik
Imm netral anti kemunafiakan
satukan barisan dan buat perubahan
jadilah kuat berdikari dan singsingkan lengan bajumu
untuk perubahan

(Mei 2014)

Sejenak sajak perih diatas adalah suara nurani yang lahir dari struktur akar-rumput (baca; Komisariat).
Kita harus dan akan seperti Minke dan Nyai Ontosoroh dalam tetralogi Pram, Bumi Manusia,
yang selalu melawan tanpa ada batas lelah, tanpa menimbang apakah kita akan menang atau kalah.

Dunia ini belantara, butuh tata,  jadilah kita penata itu.
[...]

       Ketika IMM hendak dilahirkan, para sesepuh pendiri dipanggil oleh PB HMI, karena pada waktu itu banyak yang mempertanyakan kelahiran IMM. Dari penuturan dr. Syafiq salah satu angkatan pertama, IMM dinilai memecah belah umat islam kususnya mahasiswa dengan membuat organisasi tandingan. Membuat firqoh-firqoh baru. Salah ketika menyatakan hal tersebut. IMM akan menggarap celah-celah yang terlupakan oleh organisasi kemahasiswaan pada waktu itu. Moral.
      Gerakan profetik sebagai pembeda dari yang lain. Kenabian sebagai sifatnyaakan memperbaiki kekosongan manusia sekarang, yaitu moral. Moral dipandang akan selalu relevan untuk disuarakan, diperbaiki dan direpresentasikan dalam tindakan. Para pemikir awal IMM melihat moral akan menuju kemerosota. Dalam realitanya lima puluh tahun perjalanan sejarah memang benar. Perilaku atas dasar pragmatism semakin kental ketara. Uang dan kekuasaan sebagai cirri khas saat ini yang hanya mencari eksistensi tanpa melihat esensi dari ebuah tindakan. Mungkin inilah yang membuat kita menjad budak dunia.
Menjadikan ukhrowi oriented, IMM melihat duniawi sebagai akses menuju hal tersebut. Akan sia-sia ber-IMM jika kita tidak menjadikan moral kenabian sebagai acuan. Inilah yang sekarang terus digalakkan untuk mengikis habis pragmatism gerakan. Dan inilah cirri khas IMM yang hilang.
     Gerakan Moralitas dalam Meretas Zaman.
Dalam usianya yang tidak lagi muda bagi sebuah organisasi, setengah abad organisasi otonom Muhammadiyah yang telah melaksanakan Muktamar. Hal ini perlu disadari Muktamar tidak boleh dijadikan sebatas formalitas dua tahunan dan pergantian kepemimpinan. Dalam forum paling besar dan juga mengambil tema yang besar pula salah ketika hanya menjadikan slogan belaka.
    Didalam tema yang sarat filosofis sekaligus momentum untuk mencetuskan pandangan-pandangan gerakan ke depan. Solo sebagai tempat lahirnya deklarasi yang begitu revolusioner (baca; kottabarat) diharapkan akan terulang kembali. Dengan membicarakan hal-hal yang sifatnya substansial misalnya perkaderan dll. Bukan sekadar deklarasi belaka tanpa tindak lanjut. Tentu keputusan yang baru akan berbeda dengan zaman awal pendirian dengan sketsa sosio-politis yang berbeda pula. Keputusan-keputusan yang baru yang sesua dengan gerakan saat ini dan yang akan datang jelang satu abad.
Sesuatu yang diharapkan revolusioner tersebut tidak akan lahir jika kader-kader IMM belum merefleksikan falsafah gerakan yang tertuang dalam surat Ali Imron ayat 104 ;” Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada keutamaan, menyuruh kepada yang baik (ma’ruf) dan mencegah kepada yangburuk ( mungkar) merekalah orang-orang yang menang.”
     Moral adalah suatu keutamaan dari segolongan umat tanpanya kita hanya akan menjadi orang yang vocal dalam menyuruh. Moral yang utama atas dasar gerakan profetik adalah tindakan itu sendiri sekaligus strategi cultural. Dan jika itu ada dalam setiap individu dari struktur atas (baca; pusat) sampai grass roots (baca; komisariat) maka pantaslah IMM selama ini disebut meretas zaman.

    Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual, radikal dalam gerakan. 

*Penulis adalah Kabid Media dan Komunikasi periode 2013-2014
[...]

Oleh IMMawati Rinawati

Tiga hal yang telah Allah takdirkan dalam kehidupan kita yang tidak akan pernah ada yang dapat merubahnya yaitu: kematian, jodoh dan rezeki. Semua telah diatur dalam lauthulmahfuz masing-masing manusia entah kapan dimana detik berapa kita tidak akan pernah tahu kalau kematian datang menjemput kita dan dalam keadaan apapun tidak ada yang akan tahu. Karena semua datang dengan tiba-tiba sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT setelah 3bulan dalam kandungan ibu. Sekuat apapun kita berusaha untuk mencegahnya dengan cara apapun jikakalau Allah sudah berkehendak maka semua akan terjadi
Qs Al Baqarah : 117
“(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu , Dia hanya berkata kepadanya, “jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.”
Jelas telah diterangkan dalam kalam illahi. Lalu apa yang telah kita persiapankan sampai detik ini dalam usia kita yang semakin tua dan rapuh ini. Semakin menimbun dosa atau kah semakin banyak berbuat amal kebaikan sekecil apapun itu sebagai bekal kita dalam mengahadapi skaratul maut nanti.
Apabila kita menenggok kebelakang membayangkan kehidupan kita yang telah lampau. Pasti banyak sekali dosa dan perbuatan buruk yang telah kita lakukan sekecil apapun. Namun pernah kah kita mengingatnya membayangkan dosa yang akan kita terima. Kadang pun tidak, kita hidup sekehendaknya sendiri padahal Allah telah berfirman :
Qs Az zalzalah : 7-8
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasa)nya. “
Kurang bukti apa kita tentang semua kekuasaan yang dimiliki Allah. Allah member kebebasan kepada kita untuk menggunakan usia, bumi dan milik Allah yang lain didunia ini. Namun ingatlah Allah juga menagih pertanggung jawaban kita diakhirat kelak tentang semua yang telah kita perbuat dibumi milik-Nya.
19 tahun perjalanan menapak kehidupan dunia fana . Pernah kah kita berfikir apa yang telah kita perbuat sehingga kita dikenang saat mati nanti. Bukan nanti tpi mungkin besok atau bahkan beberapa detik kemudian . Bukan untuk menjadi orang penting tapi yang paling tepat menjadi orang yang memberikan manfaat pada orang lain. Terutama pada diin yang kita yakini. Begitu banyak hal yang sia-sia malah kita jadikan bahan sebagai prioritas dalam kehidupan kita, yang tidak memberikan manfaat. Menjadi orang yang yang tidak berkeyakinan bukan lah hal yang tepat, bahkan itulah yang akan menjerumuskan kita dalam lumuran dosa yang akan membawa kita menikmati azab pedihnya neraka jahanam.  Sebagai contoh rutinitas yaitu sholat fardhu 5 waktu. Saat kita mendengar azan bukan langsung menghampirinya tapi malah mencari alasan lain untuk dapat mengulur waktu sholat, banyak alasan yang dilontarkan, hingga kadang bahkan sering membuat kita lupa akan sholat kita, karena kesibukakn yang klita lakukan. Allah berfirman :
(Qs. Al Baqarah : 110)
“Dan laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakna untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
(Qs. Al Baqarah : 153)
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Sungguh luar biasa besarnya pahala yang akan kita terima. Apabila kita patuh dan tunduk akan semua yang telah Allah perintahkan kepada kita melalui firman-firman-Nya dalam kalam illahi atau pun melalu as sunah yang telah diajarkan oleh nabi Allah Rosullullah SAW.
Begitu pula dengan jodoh dan rezeki. Kta sebagai hamba Allah tidaklah usah khuatir apabila kita tidak mempunyai harta kekayaan yang berlimpah atau kah kita mati dalam keadaan kelaparan. Allah telah mengatur rezeki tiap umatnya setia waktu bahkan setiap detik. Allah itu maha kaya harta kekayaan-Nya tidak akan pernah berkiurang ataubahkan habis dan itu pasti. Apapun yang hidup didunia ini telah Allah atur rezekinya. Manusia, binatang dan tumbuhan Allahlah yang memberikna rezeki untuk mereka, tanpa batas tanpa henti. Dan itu semua harus diimbangi dengan shodakah, zakat serta infak, agar kita temasuk dalam orang-orang yang beriman diantara makhluk-makhluk Allah. begitu pula dengan jodoh, semua telah diatur oleh Allah.
(Qs. Ar-Rum : 21 )
Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia meciptakan pasangan-plasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, danDia menjadikan diantaramu rasa kasih dan saying. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.”
  
Yuk perbaiki diri dari hal yang paling kecil dalam diri kita, yang dapat meningkatkan amal kebaikan dan keimanan kita. Dengan hal-hal yang paling ringan, dan dengan niat yang kuat serta tetap istikhomah dalam menjalankannya. Usia kita saat ini adalah usia keemasan, kenapa ? karena dengan usia mahasiswa kita, menjadi remaja yang menginjak masa dewasa. Dimana pada usia ini kita menentukan masa depan kita dan mencari jati diri kita yang sesungguhnya. Memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang kita lakukan, menjadi pioner dalam lingkungan yang kita tempati hingga kita dapat memberikan manfaat yang optimal sebagai bentuk konstribusi dan sumbangsih pemikiran dan tenaga kita untuk mereka. Bukan untuk dikenang tapi untuk dihargai dan dihapakan kehadirannya.

“Berbuat baik tidak akan pernah ada batasnya hingga kelak kita mati dalam keadaan beriman, dan surga sebagai tujuan akhir,  dalam menjelajahi lentera kehidupan”

Rinawati

Kader Hatta FEB UMS  
[...]

Oleh IMMawati Maratus Sholihah 
Kebanyakan dari kalangan wanita ketika ditanya kenapa belum berhijab, jawabannya kurang lebih, “saya mau hijab in hati saya dulu baru nanti kalau sudah baik, saya akan berhijab secara keseluruhan”. Dari kata-katanya memang tidak ada yang salah dan mungkin banyak yang sependapat dengan jawaban tersebut. Padahal ketika benar-benar kita cermati jawaban tersebut hanya sebuah alasan yang tidak logis. Karena disini kita berbicara tentang kewajiban bukan tawar menawar.
                        Didalam Al-Qur’an tercantum dua ayat yang menyebutkan tentang kewajiban berhijab bagi wanita muslimah.
1.       Q.S. An-Nur (24) : 31
“... Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) ...”
2.       Q.S. Al-Ahzab (33) : 59
“Wahai nabi! Katakanlah kepda isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allaoh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

                Ketika kita berbicara tentang kewajiban, alasan tersebut diatas tidak dibenarkan. Karena, misalnya saja kita qiyash kan dengan kewajiban sholat. Apakah kita harus memperbaiki diri dulu baru kita laksanakan sholat?, bukan demikian, namun sebaliknya, sholat akan secara perlahan-perlahan mencegah kita berbuat keji dan mungkar. Dengan sholat kita akan sedikit demi sedikit merubah tingkah laku kita ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi.
                Begitu pula dengan kewajiban berhijab. Keputusan berhijab akan mempengaruhi pola pikir dan polah tingkah kita untuk selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat dan sesuai syari’ah. Pelan-pelan segala pikiran, perkataan dan perbuatan kita akan menuju kepada kebaikan.
                Apabila ada dua kue, yang satu terbungkus rapi dan cantik, semut dan lalat-lalat nakal tak dapat menyentuhnya. Sedangkan yang satunya dibiarkan begitu saja tanpa pembungkus, dikerubungi semut dan lalat-lalat hijau. Tanpa pikir panjang pasti kita memilih yang terbungkus rapi bukan?. Kita pasti jijik melihat kue yang tanpa pembungkus.
                Jadi tidak ada lagi alasan untuk menunda diri berhijab. Hanya tinggal meluruskan niat, memperbanyak ilmu duniawi sekaligis ukhrowi. Kemudian jemput hidayah dari Alloh SWT, maka Muslimah yang anggun, cantik, cerdas dan aktif akan siap menebar manfaat disekelilingnya.

Walloohu’alam bishshowab.

*IMMawati Maratus Sholihah
Anggota Bidang IMMawati Komisariat Mohammad Hatta
[...]

Hampir usai masa jabatan ini.
ada saja getir yang harus dikecap di dermaga kepemimpinan ini...
kadang rasa ragu menggelayut kesukma mu, untuk melanjutkan keperjalan berikutnya atau turun didermaga ini saja,,, karena semakin kesana peta perjalanan semakin tak terbaca rupanya...
Ragu, dengan siapa yang menjadi nahkoda baru, namun raga ini sadar rupanya tak mampu terjaga memegang kendali kapal ini... tak kuat, lemah ... tapi hati kecil tetap meragu dengan sosok2 nahkoda baru...
kemudian pada siapa aku harus percaya... beri aku jawabanya...

senja di laut,,,sepoi angin mengalun membawa alunan firman tuhanku yang maha agung  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ | QS 4:5902. terjemahannya | "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu"  dengan asbabun nuzul QS 4:59 ini | yaitu tentang Abdullah bin Hudzafah yang diangkat Rasul jadi pimpinan pasukan. ada amal pasukan yang membuat Abdullah marah | ia meminta mereka mengumpulkan kayu untuk dibakar | lalu minta pasukannya terjun ke api. pasukannya Abdullah lalu lari menuju Rasulullah lalu mengadukan perihal ini | mendengar hal ini Rasulullah bersabda. "bila saja kalian terjun ke api itu, kalian takkan keluar selamanya!" | beliau lanjutkan "taat itu hanya dalam hal ma'ruf" (HR Bukhari).
maka jika memang nahkoda-nahkoda kita menyeru hanya dalam hal-hal yang ma'ruf (sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah) dan jelas adanya, sedang jika kita meragu dengan kebijakanya, musyawarahkanlah dan lagi ... jadikan rujukan kita adalah Qur'an dan Sunnah karena dalam ayat selanjutnya menjelaskan  نتَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ. artinya | jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (As-Sunnah) (QS 4:59)13. maka PEMIMPIN yang AMANAH ialah yang menaati Allah dan Rasulullah | sedang KEPEMIMPINAN yang AMANAH berdasar Al-Qur'an dan As-Sunnah. ayat selanjutnya berbunyi | إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ | ini adalah ancaman dari Allah. artinya | "jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian" (QS 4:59). Ibnu Katsir menafsirkan | orang (pemimpin) yang tidak berhukum pada Al-Qur'an As-Sunnah, dia tidak beriman pada Allah dan hari akhir. maka penting kita punya PEMIMPIN yang AMANAH | yang beriman pada Allah dan hari akhir | yaitu yang mau terap Al-Qur'an dan As-Sunnah. dan sistem KEPEMIMPINAN yang memang menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman utama yang kelak diturunkan kepada visi misi pergerakan kita ,,, sehingga peta ini jelas berlayarnya... IBADAH PADA ALLAH TA'ALA
aku percaya padamu, bersamamu mari arungi sekali lagi, dan sekali lagi... sampai kuteukan tempat pemberhentian abadi... cusss

*Oleh IMMawati Maya Tami Aryati
Kabid Kader periode 2013-2014
[...]