PROFIL IMM KOM. MOH. HATTA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS Hatta... begitulah mahasiswa sering memanggil komisariat kita, yang sebenarnya bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Mohammad Hatta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang disingkat IMM Kom. Moh. Hatta. Nama komisariat ini di ilhami dari nama Bapak Koperasi Indonesia, yaitu Moh Hatta. Beliau merupakan salah satu sosok revolusioner yang ikut serta dalam menegakan harga diri bangsa ini. Harapanya dengan memberikan nama Moh. Hatta teman-teman IMM dapat menjadi sosok revolusioner bangsa Indonesia di massa selanjutnya. Oiya, Teman-teman mahasiswa baru pasti udah tau kan, dimana IMM Kom Moh Hatta...? Yups, tempat dimana teman-teman daftar masta dulu... Kalo masih nggak tau...? Yuk cari tahu bareng,teman-teman masuk dari pintu utama FEB,sampai ke stage hall FEB kita belok kiri sedikit, ada pintu di atasnya papan merah bertuliskan IMM Kom Moh Hatta, Naa...
Ditulis Oleh: Hanif Zainularifin Perkaderan bukan sekadar rutinitas organisasi—melainkan adalah napas dari gerak ideologi, pilar yang menopang masa depan ikatan ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sebagai Gerakan mahasiswa Islam yang lahir dari rahim Persyarikatan Muhammadiyah, IMM hadir dengan misi yang tak ringan: membentuk pribadi muslim yang tak hanya berilmu, tapi juga berakhlak. IMM bukan hanya soal membentuk kader yang matang secara intelektual, spiritual, dan sosial, namun juga yang setia pada nilai, istiqamah dalam visi, dan utuh dalam rasa, yang sadar bahwa mereka bukan sekadar anggota, tapi bagian dari gerakan besar tuk cerahkan semesta. Ikatan ini tak cukup hanya dengan sistem yang rapi, ia haus akan jiwa kepemimpinan yang sadar akan tanggung jawabnya—bukan hanya sebagai perancang strategi, namun juga yang tak hanya berpikir, tapi juga berkorban. Yang tak hanya berbicara, tapi memberi teladan dengan tindakan. Sering kali ke...
ditulis oleh: Arya Firmansyah Ketika kita beranjak dewasa, banyak hal yang akan kita temukan seiring dengan pemahaman yang semakin dalam terhadap apa yang kita pelajari. Yang awalnya kita hanya mengetahui tentang suatu desa, kemudian berkembang menjadi pemahaman tentang suatu provinsi, hingga akhirnya memahami suatu negara secara utuh. Pada awalnya, kita mungkin hanya menyadari permasalahan yang terjadi di lingkungan kecil seperti desa. Namun, setelah mempelajari lebih luas tentang negara, kita mulai menemukan akar dari berbagai permasalahan yang menyebabkan negara ini berhenti dan macet dalam perkembangannya. Ada negara yang justru berusaha menyembunyikan kebenaran, bahkan menyembunyikan ilmu pengetahuan. Ilmu yang seharusnya membebaskan pikiran rakyat dan membuat mereka lebih kritis justru ditutup-tutupi. Seharusnya, perpustakaan menjadi tempat kita menemukan banyak buku yang membangun cara berpikir. Namun, di negara ini, buku-buku yang...
Komentar
Posting Komentar
Wajib komentaar, neng ojo saru-saru.